Postingan

Memahami Rasa di hati...

Gambar
Seringkali sebuah pikiran menggelitik tiada henti sebelum mampu dituang dlm sbh coretan. Seperti gelitikan fenomena yg sdh umum qta lihat, for example: di saat sebuah kematian akan selalu terlihat dan terdengar seseorang menangis sambil teriak dengan sebuah tangisan panjang bahkan bila boleh dikatakan sering menjadi sebuah raungan atau rintihan yang sangat memilukan. Hal ini tentu dapat dipahami sebagai wujud luapan kesedihan dan kedukaan yang ada. Hhggh... Jadi teringat kembali kesedihan yang sama saat bapak tercinta meninggal 2 tahun lalu... :( Rasa sedih yang dimilki terhadap sang mayat tentu bersifat sementara. Bila kondisi sadar telah memenuhi diri sang pemilik rasa, dengan cepat akan menghentikannya karena adalah hikmah yang lebih besar bila sang mayat dipanggil olehNya. Namun bila sebaliknya, rasa sedih dan duka yang berkepanjangan terjadi, sudah barang tentu harus ditengok kembali. Apakah rasa itu untuk sang mayat atau rasa untuk diri sendiri yang pada da...

Alhamdulillah, sebagai Peserta Orang Tua...

Gambar
Sebuah cerita yang memberi kesan hingga hari ini dari acara P2MB (Penerimaan dan Pembinaan Mahasiswa Baru) FTUH pekan lalu.  Teringat kembali biasan wajah-wajah ceria, bahagia dan haru saat bertemu dengan beberapa teman, senior bahkan yunior (angkatan) semasa SMP, SMA dan kuliah sebagai orang tua Maba di acara pertemuan Orang Tua Maba dan  dosen... Sungguh sebuah pertemuan yang tanpa pernah direncanakan seperti umumnya sebuah reunian. Kisah masa sekolah dan kuliah yang lucu, bengal dan aktif kembali terkuak sembari berusaha ikut serius mendengar tanya jawab, masukan dan tanggapan dari para peserta lain dan nara sumber... ^_^ Alhamdulillah, secara pribadi... syukur nikmat yang tak terhingga karena diberikan kesempatan utk menjadi seorang peserta pertemuan tsb. Meski beberapa kali pertemuan itu sdh berlangsung, namun saat pertemuan kemarin memberikan sebuah rasa yang tak mampu dilukiskan dengan status kedudukan yang berbeda, status "ORANG TUA MABA"... ...

THR ooh THR...

Gambar
Seperti sejak 4 tahun yang lalu, mungkin lebaran kali ini, kami para anak sekolah masih tidak dibolehkan berharap mendapat pesangon  berlebaran... karena ada aturan baru, jika anak sekolah meski melaksanakan Tugas Belajar (TB) tetapi tidak melaksanakan tugas sebagai dosen maka tidak berhak mendapat THR tersebut... Nasib anak cekolah... :( Alhamdulillah, untuk saya pribadi belumlah sampai harus bersedih bila tanpa ada THR tsb, namun yang membuat sedih bila melihat sodara atawapun teman yang menurut saya sangat tidak adil memberlakukan aturan baru tersebut. Sebut saja seorang teman dosen yang juga sementara bersekolah (TB) di rantau (Dalam Negeri, DN) mempunyai anak 6 org dengan istri yang bekerja sebagai pengurus/ sukarelawan panti asuhan (PA). Selama sang bapak TB, bila bulan Ramadhan,  anak2nya rajin ikutan ramai ber "bukber" ria bersama anak2 PA di setiap ada undangan Bukber.  Saya pernah bertemu dgn mereka (anak2nya) di salah satu acara Bukber da...

Hedon berbalut Silaturrahiim...

Gambar
Mungkin karena saya kurang gaul... ^_^  di usia seumuran gini baru dengar jika ada gaya hidup di sebagian orang yang cukup bermateri mengadakan buka puasa dan sahur bareng di sebuah hotel berbintang 4, menyiapkan kamar bagi setiap pasangan undangan untuk menginap menantikan sahur... ckckckck. Sungguh terkagum-kagum orang2 yang diundangnya... Masya' Allah, apakah ini menunjukkan sebuah prestise diri atau sekedar untuk menjalin sebuah silaturrahiim? Mungkinkah life style seperti ini sudah mewabah dan menjadi kenikmatan hidup yang tak mampu dielakkan? Duhai hidup... ada banyak kesengsaraan, penderitaan dan kemiskinan mengitari kita,  manusia yang begitu memprihatinkan dengan kondisi keseharian mereka yang perlu dibantu. Jangankan untuk keperluan pendidikan, sandang dan papan, untuk panganan agar bisa mengenyangkan diri saja begitu sulit mereka peroleh. Begitu banyak manusia di seantero jagad raya ini yang sementara berkubang di antara puing-puing kehancuran ru...

Surat Komandan Taliban Pakistan untuk Malala...

Gambar
Sabtu, 12 Ramadhan 1434 H / 20 Juli 2013 15:00 Malala Yousafzai adalah seorang gadis Pakistan yang menentang Taliban dalam memperjuangkan Islam di Pakistan. Malala dilaporkan mengalami luka akibat tembakan di kepala pada Oktober tahun lalu di barat laut Lembah Swat Pakistan . Penembakan itu tiba-tiba menjadi sorotan dunia dan Malala diterbangkan ke Inggris untuk menjalani pengobatan. Merasa takut kembali ke Pakistan, ia kemudian menetap di Birmingham. Pada ulang tahunnya yang ke-16, pekan lalu, yang tiba-tiba  dijadikan sebagai Hari Malala, g adis Pakistan itu dikabarkan menyampaikan pidato di PBB di New York. Dalam pidatonya, Malala memutarbalikan fakta dan menyembunyikan kebenaran, serta melemparkan fitnah seakan Taliban menembaknya lantaran ia memperjuangkan pendidikan. Malala berpidato di PBB Untuk menasehati Malala yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam, Komandan Taliban Pakistan Adnan Rasheed menulis surat kepada Malala untuk mengungkap se...

Utang versi Lintah Darat...

Gambar
Gilaa... katanya memberi pinjaman lunak, namun yang menjadi pengelola (mulai dari konsultan dan kontraktor) harus mereka yang menentukan, bahkan pengelolanya dari mereka sendiri. Belum lagi pengadaan barang dan jasa harus mengikuti aturan mereka. Sementara uang pinjaman, kita harus mengembalikannya dalam keadaan utuh + bunga2nya. Katanya, "bila tidak setuju, tidak apa-apa, tidak usah diproses".  Wah, inilah yang namanya LINTAH DARAT. Seyogyanya dengan berutang, hasrat dan keinginan untuk membangun infrastruktur/fasilitas di semua lini tentunya bisa terpenuhi. Namun kenyataannya utang semakin menumpuk sementara fasilitas yang diidamkan tdk sesuai dengan yang diinginkan. Mengapa demikian? Karena nilai uang dari hasil pinjaman tersebut hanya k.l 30% yang mampu diserap alias termanfaatkan oleh kita. Kenyataannya, semua perencanaan yang diajukan tidak sesuai dengan apa yang bakal diperoleh. Pantaslah jika negeri ini jatuh miskin, membangun negeri dengan ketergan...

Aneh, katanya Promosi Doktor... nyatanya???

Gambar
Sesak dada saya melihat biasan wajah dan kesabaran seorang sahabat, teman senasib dan seperjuangan yang diperlakukan tak semestinya oleh orang2 yg merasa superior... dengan tanpa kuasa, saya tak mampu membendung tangis di antara teman-teman lain yang menghadirinya... apa pasal? Agenda promosi doktornya yang telah dijanjikan sejak 3 pekan lalu, akhirnya digelar di waktu sore tadi sehabis Ashar hingga  diskors saat berbuka puasa...  kemudian setelah jeda dan rehat sejenak untuk berbuka bersama, tiba saatnya dilanjutkan untuk menunggu hasil yudisium peraihan gelar Doktor beliau, namun ternyata... ternyata... ternyata... promosi itu hanya sekedar presentasi dan tanya jawab dengan tanpa sebuah yudisium... sangat kekanak-kanakan. Seorang dari penguji ngotot mempertahankan kekuasaannya untuk tidak memberikan gelar doktor beliau dengan alasan ada revisi yang harus diselesaikan...  lalu promosi ini digelar untuk apa? Apakah ingin menunjukkan sebuah arogansi dir...