Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hikmah

Yaya, Selamat Jalan sahabatku...

Gambar
  Innalillahi wa inna ilayhi roji'uun... Yaya, maafkan aku sahabat, saudaraku... kau terbaring dan terbujur kaku di sana sementara aku tak dapat melihatmu... tak sanggup kuhentikan tetesan yang mengalir dan memenuhi pipiku... sungguh aku malu...sebagai seorang sahabatmu namun tak mampu terbang dan hadir menemani jasadmu di saat saat terakhir seperti itu...   maafkan aku saudaraku... semua rasa yang ada hanya tercekat dikerongkongan bagaimana aku harus menjelaskan ketidakberdayaanku saat ini seperti bagaimana aku harus melukiskan persaudaraan kita yang sekian lama hampir 3 dekade, sejak 27 tahun lalu yang masih terjalin dengan baik dan semua ini  karena kelembutan dan kebaikan hatimu...   Manusia berencana, Allah jualah yang menentukan kemarin kita masih merancangnya, bila reunian perak  besok akan mengulang kembali masa2 indah di SMA menjalin silaturrahim yang lebih erat membawa keluarga bersama berkumpul di Lembanna, rumah bapak Minggu mengenang semuanya sekali...

Sadar Umur..? ^_^

Gambar
  Semakin menyadari jika sy sudah tua dan lelah... hari ini saya seharusnya masuk mengajar tetapi tidak mampu melangkah masuk ke kelas. Tentu saat ini mahasiswa2ku sudah  menunggu di ujung lorong gedung kelas, namun di ruangan... saya masih oleng dan terhuyung jika harus berjalan... Suara saya sudah sebulan lebih ini parau berat jika berbicara, artikulasi yg diucapkan harus dipaksa keluar dengan dada serasa tertekan. Mata saban waktu mengantuk dan ingin mereem.... seakan ingin menikmati indahnya tidur sepanjang waktu. Anehnya saat yang bersamaan saya masih bisa menulis catatan ini... alhasil, hari ini saya tidak bisa mengajar... dan menjadi dosen yg absen deh. 😢 Sambil menikmati istirahat yang tidak halal ini, saya mencoba menyimak beberapa fenomena dari kejadian-kejadian sekeliling. Mencoba merajutnya menjadi sebuah rangkaian benang dari sebuah baju merah yang menarik namun sayangnya benang ini terajut kusut tak menjadi baju hanya menjadi temali yang hanya bisa digunakan ber...

Pilihanku... Rahasiaku...

Gambar
Pagi ini sy baru tahu jika dapat undangan untuk mencoblos... namun koq ada selembar undangan dengan nama yang tidak dikenal ikut masuk ke rumah... sementara beberapa tetangga, tidak menerima undangan... KACAU NIE... bisa jadi ada yang dobel mencoblosnya. Alhamdulillah, tidak perlu terlalu banyak dan lama dalam melangkah, sudah sampai di TPS... antrian sebentar lalu dapat giliran...  mantap, sdh tersalurkan hasrat yang terpendam ... semoga beliau2 direstui olehNya... ^_^ "Kasi tau ga' yaa?" jawabku ketika anak dan ponakanku bertanya nomer berapa dan siapa yang saya pilih, "Pilihan itu rahasia, jika diberitahu bukan lagi rahasia dong" tambahku... ^_^ Menurut saya, mungkin saat ini adalah salah satu cara untuk memberi contoh bagaimana memegang sebuah rahasia, namun di satu sisi memberikan " clue (petunjuk)" untuk mengarahkan agar bisa memilih seseorang/sesuatu mana yang baik dan layak. Bukan dengan cara  seperti mendengar, membaca ...

Jempol untuk Jerman...

Gambar
Wooow, wunderbar... Jerman mampu 7x memasukkan bola ke gawang jagoan dari tuan rumah Brazil...Amaziiing nya lagi, terus terang untuk pertama kali dalam seumur-umur nonton bola world cup, belum pernah melihat dan mendengar ada tim yang mampu memasukkan bola sebanyak itu apalagi dlm waktu yang begitu singkat, 4 bola: 5 menit... ^_^ Yaa... tidak sadar suaraku kedengaran menggelegar dalam rumah membuat jagoanku tertawa menertawai mamanya yang mabuk kegirangan. Namun di saat keriangan sorakan belum habis, tiba-tiba hati + dada terasa sesak seiring tangis tertahan sambil menggosok matanya terus menerus  yang terlihat dari seorang suporter bocah lanang, mulut2 menganga dari para suporter tuan rumah... hiiks, jadi maluu rasanya, teriak kegirangan di antara kesedihan dan rasa kalah dari orang lain... :( Bola itu memang bundar, karenanya setiap orang tidak bisa memprediksi dengan pasti kemana sang bola akan menetapkan gelindingan akhirnya. Yang pasti setiap tim jagoan bo...

Siapa Teman Setia? Siapa Teman Semu?

Gambar
Ikut tertegun sejenak setelah membaca ini http://m.tribunnews.com/nasional/2014/06/20/tiba-di-tanah-air-sby-tertegun-ditinggal-para-menterinya . Semoga artikel ini tidaklah benar, namun jika benar saya hanya berharap jika pak SBY diberi kesabaran dan legowo... Alhamdulillah jika beliau lebih cepat mengetahui siapa2 mereka saat ini. ^_^ Bukan sesuatu yang aneh jika seseorang yg bakal turun atau dipensiunkan dari jabatannya akan memiliki kepekaan rasa yang sangat tinggi dengan perilaku orang2 yang berada di sekitarnya selama ini. Mungkin saja sensitifitas yang tinggi itu disebabkan oleh adanya rasa ketakutan diri akan tidak dihargai lagi, tidak berguna lagi atau karena rasa keinginan yang selama ini selalu ingin dihormati bakal hilang... bagian dari gejala " post-power syndrome " kah itu? Kembali mengutip sebuah percakapan dari baginda khalifah Ali bin Abu Thalib r.a dengan seorang sahabat, "ya Amirul Mukminin, siapakah sahabat anda?", "saya tidak t...

Cukup menjadi Penonton...

Gambar
Memang enak jadi penonton, utamanya jadi penonton gratis dengan sekian nilai plus plus bersamanya. Namun untuk menyimak kampanye2 yang digelontorkan dari para tim suksesi dan pendukung kedua pasangan kandidat capres-cawapres ternyata juga butuh waktu yang banyak, di satu sisi menarik karena mampu membolak-balikkan hati dan logika. Bagi saya, untuk para pendukung dan tim suksesi... usahlah terlalu gusar dalam menanggapi sebuah artikel miring jika itu memang tidak benar apalagi jika harus menanggapinya dengan sebuah artikel miring (negatif) ke capres lainnya. Yakinkanlah diri jika capres yang didukung itu memang layak dan pas untuk diusung, tidak usah mengoyak-nguyik kelayakan capres lainnya. Aturlah strategi yang jitu dalam memperlihatkankan kelebihan2 dan kelayakan capres dukungan kita. Karena simpati para penonton atawa penyimak akan terfokus pada kelebihan dan kepantasan dari sang Capres dengan tanpa menjual kejelekan capres lainnya. Aneh rasanya jika kita te...

Status untuk ber "Cermin"...

Gambar
Saya sering tergeleng-geleng kepala melihat seorang kawan yang begitu kreatif dalam menghasilkan banyak status dalam sehari dan itu nyaris di saban hari. Membaca statusnya, rasanya membuat ritme hidup saya seperti duduk di atas sepeda yang melaju naik turun gunung. Kadang harus ngakak, tersenyum simpul, tersenyum kecut, mewek atau bahkan harus tercekat karenanya... Dari berbagai statusnya yang memenuhi beranda, saya jadi tahu bagaimana karakter seseorang thd tipe statusnya...  jika tipe status A yang dibuatnya, maka si S,T dan U yang akan memberi jempol bahkan komentar yg panjang. Namun jika tipe status B yang dibuatnya, maka hanya si X, Y dan Z yang muncul memberi jempol+ komentarnya, atau jika tipe status C yang dipostingnya maka cuma si P, Q dan R lah yang bersorak untuknya... Lalu saya sendiri masuk tipe statusnya yg mana ya? hehehe...  Ada kebahagiaan tersendiri jika membaca status-status teman ini, sehingga teman ini saya masukkan ke dalam daftar teman...

Rasis, Primordialis, atau sejenisnya... akankah Tetap Ada?

Gambar
Seorang manusia yang terlahir ke dunia... tentu tidak pernah tahu akan menjadi bangsa, suku, agama dan status sosial seperti apa dirinya. Namun yang pasti mereka terlahir karena kehendak DIA sang pencipta, apapun alasanNya... hanyalah DIA yang Maha Mengetahui. Seiring kehidupan manusia tersebut beranjak dewasa, tentulah dia tidak akan bisa melepaskan simbol/karakter bangsa, suku, agama dan status sosial yang telah melekat pada dirinya saat terlahir, ditambah lagi dengan legalisasi harus memiliki sebuah sertifikasi pengakuan dari berbagai instansi, mulai dari akte lahir sampai dengan passport jika akan meninggalkan negaranya. Soalan ini bukanlah sebuah masalah bagi seseorang, manakala dia bisa melakukan aktifitas bebas merdeka sesuai ketentuan aturan yang berlaku, namun yang menjadi masalah jika orang-orang lain yang membuat aturan yang tidak tertulis dengan beragam alasan dan dibakukan dengan istilah "sebagai sebuah kebiasaan", "sudah seharusnya...

Butuh Revolusi Mental..?

Gambar
Naik Ojek... adalah bagian dari aktifitaskuu sehari-hari jika akan pergi-pulang ke kampus-rumah. Seperti biasanya saat akan kembali ke rumah, tidaklah sulit untuk menunggu ojek2 tersebut, karena mereka sudah mangkal dan antrian di sepanjang jalan halaman depan FT. Berbeda dengan saat masih di rumah, tukang ojek harus dipanggil dulu by phone , yaah butuh sedikit pulsa + waktu.... tp ini lebih lumayanlah karena bila diitung-itung bisa ngirit ongkos berbentor ria bila tidak dipanggil... ^_^ Untuk yang ke sekian kalinya saya komplen dengan tukang ojek (??), pasalnya karena si tukang ojek melawan arah arus LaLin (baca:Lalu lintas). Sejak dari dalam kampus tepat di depan Fakultas dia sudah tancap gas membelokkan motornya melawan arah arus kendaraan lain dengan tanpa mau mendengar ocehan saya bila itu salah. Sesampainya di ujung gerbang pintu I kampus, tiba-tiba dia langsung menyeberang dan membelokkan motornya ke arah kiri melawan arah LaLin dari kiri... dan sesaat kemud...

Orang Baik Banyak Musuhnya...?

Gambar
"Susah ya ma menjadi orang baik?" tiba-tiba Jundiy bertanya saat nonton acara TV sinema Blockbuster: "Spiderman3"  berganti iklan... "Ga'lah sayang... emangnya kenapa?" jawabku singkat dan bertanya kembali.  "Liat tuh Spiderman selalu banyak musuhnya, padahal dia kan orang baik. Memangnya orang yang baik itu selalu punya musuh ya ma? tanyanya... Maha Suci Dia, tidak menyangka jika kalimat-kalimat itu keluar dari bibir anak seusianya. Ternyata anak-anak mampu menyimak dan merasakan pelajaran dari sebuah cerita Drama seperti itu dengan cepatnya. Mungkin bukan karena tontonan kali ini dia mulai menyimak dan merasakannya namun karena saban cerita jagoan disajikan, akan terlihat begitu banyak dan kuatnya para musuh yang ada di sekeliling jagoan-jagoan tersebut. Sebutlah jagoan yang sering muncul di benaknya seperti Raden Kian Santang, Naruto, Tintin, Kapten Amerika, Conan, Thor, Spiderman... bahkan katanya "Nabi Muhammad SAW aj...

Obsesi baru...

Gambar
Terinspirasi dari salah satu acara yang senang ditontonnya, jagoanku selalu memaksa untuk bisa membuat makanan seperti apa yang dipikirkannya, namun karena tidak punya waktu dalam beberapa bulan ini saya selalu menolaknya. Dan hari ini, dengan alasan yang sama saya masih menolaknya... "mama takut Jundiy sembrono dengan kompornya, karena kompornya rawan untuk anak segede jundiy... " kataku sedikit menakuti agar dia berhenti merajuk (padahal saya memang takut...^_^ ). "Ga' ma... aku hati-hati, mama ajarin aja caranya..." jawabnya berusaha meyakinkan. Tidak lama kemudian, saya sudah mendengar bunyi sesuatu yang sementara dikocok. Ternyata dia mengocok telur dengan garpu di sebuah mangkuk kecil... "garamnya gimana banyaknya ma? Mama, bawang gorengnya simpan dimana?" teriaknya.... Wadduuh, kali ini dia betul-betul beraksi ingin memperlihatkan kemampuannya... ^_^ "Lebih enak kan ma?" katanya sambil tersenyum bangga menyodorkan te...

Kita Semua Bersaudara...

Gambar
Masih ingat bbrp hari yang lalu saat seorang pimpinan menyampaikan kata sambutannya di sebuah prosesi acara kampus. Dalam sambutannya beliau menekankan jika "kita ini adalah bersaudara, jangan saling menyakiti, jangan berbuat yang memalukan, dan berbuat baik adalah hal yang terbaik dan sangat bijak untuk dilakukan antara satu dengan yang lain...", mungkin beliau terinspirasi dari alQur'an yang terjemahannya seperti ini " Sesungguhnya mukmin itu bersaudara " (Surah al-Hujuraat:ayat 10). Sungguh sebuah kalimat bijak dan berhikmah. Bagi saya yang senang menjadikan sebuah referensi kalimat2 bijak dr seseorg, tentu kalimat ini langsung sy catat sebagai sebuah bahan referensi yang dapat dikutip di suatu hari, dan hari ini saya benar-benar tertarik mengutipnya seiring adanya berita di sebuah media tentang tuduhan terhadap seorang teman dari seorang temannya yang selama ini dikenal bersaudara... sementara saya dengan teman yang tertuduh tersebut, tid...

Plagiasi Pribadi...???

Gambar
Jujur... saat ini saya jadi dag dig dug juga setelah membaca dan melihat fenomena plagiasi yang sudah merebak biasan kelam dan aromanya yang tak wangi kemana-mana. Mengapa demikian? karena ternyata saya memiliki sebuah artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di sebuah seminar nasional k.l 5 tahun yang lalu, dan juga dianggap layak sekaligus terpilih untuk diterbitkan di sebuah jurnal nasional. Informasi tentang itu saya ketahui setelah jurnal tersebut terbit karena tidak ada informasi sebelumnya dari pihak jurnal, padahal alamat email sebagai contact person sangat jelas dituliskan dalam artikel tersebut, meski yang tertulis sebagai penulis pertama memang bukan nama saya.... :( Dan lebih ribetnyal lagi... artikel tersebut pada akhirnya muncul di 3 tempat. Padahal artikel tersebut sudah pernah saya tarik sebelum dimasukkan di prosiding seminar karena jurnal ilmiah di sebuah PTN itu, boleh dikatakan tidak diketahui bagaimana  dan kapan kabar penerbitannya... dan saa...

Setelah Pemilihan Rektor...

Gambar
Tulisan ini mungkin sedikit sempalan cerita umum dari kasak kusuk sebuah pemilihan, namun alangkah memalukannya bila kita tidak memiliki karakter dan prinsip yang jelas terhadap sebuah pilihan. ++++ Selama 2 bulan terakhir sebelum dan sesudah pemilihan rektor Unhas, baik pada pemilihan tahap I maupun di pemilihan tahap II, ternyata dalam imaji beberapa teman telah menganggap bila saya merupakan bagian dari tim suksesi seorang kandidat rektor... apa yang harus ditampik untuk membantahnya jika saya "benar atau tidak benar" bagian dari mereka. Saya hanya tertawa lepas bila teman2 menuding atau sambil bermain menyudutkan... toh benar atau tidak benar, saya tidak merasa rugi dan beruntung karenanya, karena saya tidak punya hak suara untuk memilih dan dipilih agar memiliki sesuatu apapun dengannya... Memangnya saya ini siapa yaa? SK pengaktifan tugas, baru juga sepekan diterima... ^_^ Pada akhirnya rektor periode 2014-2018 terpilih sudah... Alhamdulillah, dan ...

Menjadi seorang Professor..?

Gambar
Menyimak beberapa status yang telah terposting dan komentar2 terhadap beberapa peranan dan pengaruh seorang Professor (Guru Besar) di ranah akademika dan di banyak lini kehidupan, memunculkan sebuah pertanyaan pada diri. Akankah saya meraih gelar tertinggi dalam profesi saya sebagai seorang GB? ehmm... Sebelum sempat terlintas jawaban di benak ini, berulangkali saya mencoba mengevaluasi dan menelusuri kembali bagaimana mindset dan tingkat pemahaman yang telah saya miliki terhadap perilaku diri dan wawasan serta penguasaan bidang keilmuan yang telah sy geluti. Dan semakin saya berusaha menelisiknya sangat terasa dan nyata pori-pori besar nan kosong isinya  terpampang di depan mata... :( Jadi ingat kisah gelar "GB dari promotor" saya, beliau meraih gelar Doktornya di Perancis thn 85 namun meraih gelar GB nya setelah sekitar 21 thn kemudian yakni thn 2006. Apa pasal yang menyebabkannya padahal beliau begitu rajin dalam fungsi2 akademiknya baik mengajar, membi...

Alhamdulillah...

Gambar
Genap 19 hari di tanah kelahiran, baru sempat membuka kembali catatan-catatan dan materi ajar yang rencananya adalah upaya awal menyiapkan diri sebagai seorang guru yang telah lama absen mengajar... lembaran demi lembaran terbuka sembari tersenyum membacanya dan tak percaya pada diri jika kewajiban saya di rantau sana sudah selesai... selesai... alhamdulillah dan berharap tidak akan pergi meninggalkan kampus dan mahasiswa-mahasiswaku lagi. Selain capeek juga karena merasakan jikalau kampus dan para mahasiswa tersebut butuh gurunya untuk segera mendampingi dan berbagi ilmu dengan mereka. "Orang yang selalu memiliki kerinduan untuk kembali ke kampung orang lain dan berlama-lama di tempat dimana dia belajar, adalah orang yang sangat merugi..." petuah seorang maha guruku suatu hari, dan lanjutnya "sebaliknya adalah orang yang sangat beruntung bilamana dia mampu merasakan kebahagiaan saat kembali dan membagikan ilmunya dengan tanpa menyakiti hatinya ...

Nasihat Seorang Ayah kepada Putranya

Gambar
Dari IslamPos... Ahad 20 Muharram 1435 / 24 November 2013 15:00 WAHAI Putraku… Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia… Janganlah berbicara dalam berbagai urusan, kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara Hati-hati dengan isu… Jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seseorang musuh… Hadapi dengan berbuat baik kepadanya… Tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama… dalam bepergian itu, jati diri manusia terungkap… penampilan lahiriahnya akan luntur dan jati dirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlak dan tabiat!” Jika engkau diserang banyak...

Manusia Ajiibkah...?

Gambar
Seringkali qt tdk pernah mau tahu proses dari sebuah pekerjaan, namun qt hanya mau tahu hasil akhirnya. Jika hasil akhirnya bagus tentu saja dengan tidak sadar diri akan berebutan ikut nimbrung di dalamnya, sebaliknya jika hasilnya gagal, dengan tanpa dipandu kebanyakan dari qt akan apatis, cuci tangan, bahkan ada yang akan mencemooh... 6 Bulan yang lalu, saya terpana melihat kesungguhan seseorang untuk tetap melakukan sebuah rutinitas yang bertujuan agar wadah pemberian apresiasi terhadap sebagian rekan-rekannya yang merasa terpinggirkan karena ketidakberdayaan kondisi mereka tetap terakomodir.  Meski dengan tertatih dia menelesuri angka demi angka seperti mencari seekor kutu di rambut, pokoke... "yang penting wadah ini tetap hadir"... katanya.  Dan alhamdulillah, pada akhirnya berhasil juga... Hari ini saya tergeleng-geleng kepala mendengar tawa renyahnya manakala dia bercerita karena senang, bahagia melihat  orang-orang begitu antusias memanfaatkan w...

Beralibi "Perang Bathin"...

Gambar
Seseorang telah bercerita jika di saat orang2 membutuhkan dirinya untuk memutuskan sebuah pilihan, kondisi bathinnya lagi "Berperang untuk memilih A atau B"... atau mungkin dapat diistilahkerenkan, dia lagi "Perang Bathin..." It's OK, tentu saja bisa dimaklumi... karena setiap orang tidak akan pernah mengenal seseorang lebih baik jika tanpa pernah bergaul dekat dengannya... Namun yang herannya, jika alasan "Perang Bathin" ini menjadi alibi terakhir setelah dia berdebat seru dalam menentukan metode  pengambilan keputusan pilihan. Aneh gaa'? Dan lebih anehnya lagi, jika alibi "Perang Bathin" ini muncul, setelah jauh hari dan bulan2 sebelumnya dia telah menguraikan beberapa realita miring dari kehidupan orang yang pada akhirnya dia pilih... Yah mungkin aneh untuk Logika awam seperti saya...  ^_^ Rangkaian kata "Perang Bathin", sependek logika yang saya miliki ini seringkali muncul menjadi sebuah kondisi diri d...

Teman Dekat...???

Gambar
Dengan tersenyum kecut, saya mendengar cerita seorang teman yang selama ini dikenal berkarakter rendah hati, sederhana, sabar, bersangka baik pada siapa saja dan tawakkal... menurut saya, pokoke sifatnya semua yang baik-baik deh... Namun tumben kali ini, mau juga dia mengeluarkan sedikit unek-uneknya, apa pasal? Ehhmm... Mencoba menjadi teman yang baik, saya berusaha mendengar dan menyimak ceritanya... dan simpulannya adalah jika teman-teman yang selama ini dianggapnya  sebagai teman-teman dekat ternyata tidaklah seperti apa yang dia bayangkan. Teman-teman kerja, diskusi, dan bercanda berhaha hihi tersebut hanya sekedar teman semu... seakan aktifitasnya selama ini terbatas pada dunia maya. Sambil berusaha menghiburnya, saya berkata, "harusnya kita ini bersyukur, karena sudah beruntung... DIA telah memperlihatkan kepada kita, siapa teman-teman yang (-) dan (+) dalam kehidupan kita selama ini..."   "Oya, seperti kata slogan pak JK (Jusuf Kalla)... "...