Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akademika

"Surat Dari Ibu", Pesan Titipan dari Demo Mhs UI ...

Trending topik hari ini di beberapa media sosial tentang aktifitas BEM UI, mengingatkan saya.... Catatan yang pernah ditulis... 10 tahun yang lalu, tentang rencana Demo BEM UI ke Walikota Depok ... ====== P agi tadi, sesaat setelah turun dari BiKun (Bis Kuning) kampus UI, seorang mahasiswa menyodorkan selembar kertas kecil, sambil mengajakku untuk ikut bersama mereka, ramai-ramai menghadap walikota Depok. Dengan tersenyum saya berkata, "saya sudah tua tuk ikutan seperti itu dek, do'aku saja tuk kalian, sukses ya..." Dalam perjalanan menuju  Lab. tersayang... saya membaca kertas titipan mereka, ternyata  isinya... Surat dari ibu Nak, hati-hati di jalan nak... ibu khawatir... di jalan panjang itu, apa saja bisa terjadi.. ibu resah... di jalan panjang itu, ada sesuatu yang menimpamu N ak, hati-hati di jalan nak... ibu harap... lihatlah kanan dan kiri sebelum menyeberangi jalan yang ramai itu ibu mohon... kembalilah ke rumah dalam keadaan selamat... Nak, tahukah kamu... ibu...

Boneka dan Usia...

Gambar
Ada yang menarik setelah seringkali melihat dan mengamati sebagian pola laku mahasiswi di kampus saya selama ini, termasuk mahasiswi yang berangkat ke lokasi KKNnya atau pulang pergi Mudik ke/dari kampungnya. Mereka adalah anak perempuan yang sudah berusia k.l 18-23, tahun, namun mereka masih setia memeluk boneka-bonekanya kemana-mana. Apakah karena mereka tidak punya adik teman bermain selama ini? Atau apakah karena mereka masih cengeng? Atau karena??? Sori... Mungkin karena saya tidak suka bermain boneka, jadi heran sendiri melihat hal seperti itu... ^_^ Yaaah... Melihat mahasiswi bepergian bersama bonekanya, jadi ingat kenangan k.l 24 tahun yang lalu... saat saya penelitian Tugas Akhir S1 di Taman Mini  Indonesia Indah (TMII). Kebetulan di sana banyak penjual boneka, dan lumayan murah namun kualitasnya lumayan baguslah. Saya membeli 2 boneka (beruang dan Panda) yang besar. Abang penjual boneka yang rada ceriwis itu bertanya, " untuk siapa? " Saya menjaw...

Trik Contek2an...

Gambar
Ternyata saya sudah ikut kecolongan di semester ini, dari sekian kelas dengan beberapa mata Kuliah yang saya ampu sendiri ataupun bersama teman tim dosen, 5 kelas sudah selesai diberikan evaluasi. Hasilnya... menunjukkan terdapat hasil ujian yang sama antar mahasiswa k.l 60%... kalau jawabannya benar sih ga' apa-apalah, tentu sangat menggembirakan. Namun riilnya, hasilnya sangat mengecewakan dan menyesakkan, karena justru sama dalam jawaban2 yang salah... sedih dan prihatin. Di setiap ujian yang telah saya berikan, saya duduk manis di depan mahasiswa, melirik ke sana ke situ...sesekali saya berjalan di antara mereka untuk mengedarkan absensi dan blanko nilai mereka. Jika ada ada yang berisik pasti ditegur, setelah ditegur mereka akan berhenti sendiri sambil tersenyum simpul dgn mata aneh yang bergerak liar entah karena apa? Setelah memeriksa hasil ujian2 mereka (mhs2ku), saya memperlihatkan ke seorang teman sekaligus untuk mendiskusika...

Kinerja Guru dan Dosen bedanya dimana...?

Gambar
Saya mengutip kalimat seorang teman dari warung sebelah, " seorang guru SD pernah bilang sama saya, kok besarnya dana serdos yg diterima dosen sama dengan besarnya sertifikasi guru yg diterima guru SD pada glongan yang sama, Apakah kinerja dosen sekarang ini oleh PEMERINTAH dianggap sama dengan kinerja guru SD??"  Membaca pertanyaan ini, kembali mengingatkan saya pada 20 tahun yang lalu, saat ibu bapak saya naik haji dan mereka membuatkan surat kuasa untuk mengambilkan gaji mereka, karena saat itu belum ada sistem transfer langsung ke rekening gaji... dan alhasil, akhirnya saya tahu berapa besar jumlah gaji ibu dan bapak + potongan2nya... ^_^   Setelah gaji keduanya sudah ada di tangan, saya diharuskan oleh ibu bapak untuk mengelolanya dan digunakan cukup dalam 40 hari selama mereka bepergian. Di saat itulah saya baru sadar jika selama ini gaji mereka sangat tidak masuk akal (menakjubkan) untuk membiayai dan memenuhi kebutuhan kami anak2nya yang berj...

Bagaimana Kapasitas Diri...?

Gambar
Baca link ini https://id.berita.yahoo.com/mendiknas-pamitan-di-hari-pendidikan-nasional-032853018.html tentang pak "Mendiknas" Nuh pamitan sekaligus meminta maaf atas kekurangan beliau saat menjadi MenDikNas... jadi trenyuh juga membacanya... sambil membatin memaafkannya, jadi tersadar kembali akan celoteh, curhat serta gerutuan saya beserta teman-teman sejawat dalam beberapa tahun ini tentang bagaimana aturan dan kebijakan yang harus dijalankan. Benar adanya, jika seringkali kita cepat menilai tanpa mengevaluasi diri sesaat, sebesar apa kemampuan dan kualitas diri yang telah diperbuat untuk komunitas dan ruang lingkup sendiri. Terlalu banyak energi  yang dihabiskan untuk mengomentari sekitar sementara kita tidak punya waktu membenahi kekurangan yang ada. Ada kalimat teman yang saya kutip saat menjawab..." Bagi saya lebih baik dianggap tidak bisa apa-apa namun tetap bekerja dan terus berupaya daripada kita menghabiskan waktu dan energi hanya untuk men...

Hasil Serdosku...

Gambar
Alhamdulillah, akhirnya saya masih layak menjadi dosen setelah dinyatakan lulus versi DIKTI dengan masa pengabdian17 tahun mengajar, meski sebelumnya sempat muncul juga perasaan was-was dan Harap-Harap Cemas (H2C)...^_^ Yah nasib dosen yang telat sekolah dan lambat kelarnya, maklumlah faktor usia yang sudah menyerang ditambah lagi ketidaksinerjinya kondisi diri dan sekitar... Belum lagi mendapatkan reward dari hasil serdos ini, sudah muncul kicauan burung dari negeri antah berantah yang mengatakan serdos bakal hilang, karena remunerasi dosen segera terwujud... ckckck, padahal serdos yang saya ikuti kemarin sudah masuk kategori antrian yang cukup panjang dibelakangkan, disulitkan dan berbayar (kutip kata pak Ramli AT)... hehehe Dibelakangkan, karena sementara studi dan menyandang status Tugas Belajar Disultkan, karena diberi prasyarat tambahan memiliki skor TOEFL dan TPA Berbayar, karena sudah ada intrik komersialisasi dan harus membayar sendiri... hiiiks Teringat kasak kusuk ...

Serdos oh Serdos...

Gambar
Alhamdulillah, ternyata seperti ini rasanya membuat deskripsi diri dalam format2 yang ditetapkan oleh panitia SerDos... membayangkan kembali mimik2 wajah teman yang galau saat menuliskan deskripsi dirinya untuk proses Serdos yang lalu, utamanya bila hal yang akan diceritakan tdk punya data pendukung...  ^_^ Baru sadar, jika saya hanya mampu memiliki mood yang besar bila menuliskan fenomena sekitar namun tidak mampu bercerita tentang diri sendiri... oalaaah, dari sepekan yang lalu diberikan waktu untuk itu, hari ini baru bisa bisa menyelesaikan semuanya... Kemana mood2 cantik itu selama 5 hari? bisa jg dia ngumpet...  apakah saya termasuk orang yang hanya bisa mengomentari sesuatu di luar diri? yah, itulah saya manusia lemah yang selalu bisa bercerita siapa itu, siapa dia, siapa mereka... tapi bukan siapa saya... eniwei, semisal ini nih ceritanya (bantu dikoresi yaak)... ^_^ Dalam beberapa tahun pengamatan saya di saat perkuliahan terlihat jelas jika maha...

Kita Semua Bersaudara...

Gambar
Masih ingat bbrp hari yang lalu saat seorang pimpinan menyampaikan kata sambutannya di sebuah prosesi acara kampus. Dalam sambutannya beliau menekankan jika "kita ini adalah bersaudara, jangan saling menyakiti, jangan berbuat yang memalukan, dan berbuat baik adalah hal yang terbaik dan sangat bijak untuk dilakukan antara satu dengan yang lain...", mungkin beliau terinspirasi dari alQur'an yang terjemahannya seperti ini " Sesungguhnya mukmin itu bersaudara " (Surah al-Hujuraat:ayat 10). Sungguh sebuah kalimat bijak dan berhikmah. Bagi saya yang senang menjadikan sebuah referensi kalimat2 bijak dr seseorg, tentu kalimat ini langsung sy catat sebagai sebuah bahan referensi yang dapat dikutip di suatu hari, dan hari ini saya benar-benar tertarik mengutipnya seiring adanya berita di sebuah media tentang tuduhan terhadap seorang teman dari seorang temannya yang selama ini dikenal bersaudara... sementara saya dengan teman yang tertuduh tersebut, tid...

Dosen Harus Pintar..?

Gambar
Entah mengapa, malam ini saya teringat kembali obrolan dengan beberapa orang Mahasiswa S2 dari program Fast Track FTUI. Seorang tiba-tiba bertanya pada saat ngobrol santai dengan mereka di selasar lantai 3 EC, "Apakah kalau jadi dosen itu harus pintar ya bu?" Saya yang ditanya demikian sesaat kaget dan melongo mendengarnya, "maksudnya apa?" saya balik bertanya. "Maksud saya, apakah untuk menjadi dosen itu, kita harus pintar atau tidak perlu pintar-pintar amat ya?" Sambil tertawa saya menjawabnya, " Pintar itu sangat relatif" "Oya menurut kamu, pintar itu yg bagaimana maksudnya? Apakah yang IPnya tinggi? Punya kepintaran khusus? multi talenta? Pintar dalam segala hal? Atau pintar/banyak ngomong?" Tanya saya kembali kepadanya... "IPKnya tinggi, dan tentu saja pintar dalam banyak hal", jawabnya. "Bagaimana dengan ibu, apakah ibu merasa pintar sehingga memilih dan merasa layak menjadi dosen?" tanyanya kemb...

Si Pingki juga Penghuni Kampusku...

Gambar
Hari Minggu kemarin, sepulang berenang di kolam kampus, saya mengajak jagoanku mampir di labo sebentar. Karena hujan yang tak henti dalam beberapa hari ini, membuat kami berjalan kaki di antara lumpur dan genangan air. Alhasil di sepanjang perjalanan kami hampir menginjak cacing-cacing pingki yang panjang dan besarnya menggelikan sekaligus men"jijiiik"kan.... hiiikksss "Iih, kampus mama jorook bangeet... siapa sih kepala sekolahnya?" tanya anakku tiba-tiba sambil melompat-lompat menghindari cacing-cacing tersebut. "lho koq tanya bapak kepala sekolah mama, memangnya dia salah apa? tanyaku "iya salah, koq kampusnya dibiarin berantakan begini? rumputnya tinggi2, daun2nya numpuk dimana-mana kayak ga pernah disapu, jalannya lobang-lobang, gotnya tersumbat dan banjir.... joooroooook, lihat tuh kampus mama yg duluuu, bersih bangeeet..." katanya nyerocos... "wadduuuh.... jawabnya apa yaa, klo sudah begini..?" pikirku membatiin ...

Plagiasi Pribadi...???

Gambar
Jujur... saat ini saya jadi dag dig dug juga setelah membaca dan melihat fenomena plagiasi yang sudah merebak biasan kelam dan aromanya yang tak wangi kemana-mana. Mengapa demikian? karena ternyata saya memiliki sebuah artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di sebuah seminar nasional k.l 5 tahun yang lalu, dan juga dianggap layak sekaligus terpilih untuk diterbitkan di sebuah jurnal nasional. Informasi tentang itu saya ketahui setelah jurnal tersebut terbit karena tidak ada informasi sebelumnya dari pihak jurnal, padahal alamat email sebagai contact person sangat jelas dituliskan dalam artikel tersebut, meski yang tertulis sebagai penulis pertama memang bukan nama saya.... :( Dan lebih ribetnyal lagi... artikel tersebut pada akhirnya muncul di 3 tempat. Padahal artikel tersebut sudah pernah saya tarik sebelum dimasukkan di prosiding seminar karena jurnal ilmiah di sebuah PTN itu, boleh dikatakan tidak diketahui bagaimana  dan kapan kabar penerbitannya... dan saa...

Setelah Pemilihan Rektor...

Gambar
Tulisan ini mungkin sedikit sempalan cerita umum dari kasak kusuk sebuah pemilihan, namun alangkah memalukannya bila kita tidak memiliki karakter dan prinsip yang jelas terhadap sebuah pilihan. ++++ Selama 2 bulan terakhir sebelum dan sesudah pemilihan rektor Unhas, baik pada pemilihan tahap I maupun di pemilihan tahap II, ternyata dalam imaji beberapa teman telah menganggap bila saya merupakan bagian dari tim suksesi seorang kandidat rektor... apa yang harus ditampik untuk membantahnya jika saya "benar atau tidak benar" bagian dari mereka. Saya hanya tertawa lepas bila teman2 menuding atau sambil bermain menyudutkan... toh benar atau tidak benar, saya tidak merasa rugi dan beruntung karenanya, karena saya tidak punya hak suara untuk memilih dan dipilih agar memiliki sesuatu apapun dengannya... Memangnya saya ini siapa yaa? SK pengaktifan tugas, baru juga sepekan diterima... ^_^ Pada akhirnya rektor periode 2014-2018 terpilih sudah... Alhamdulillah, dan ...

Menjadi seorang Professor..?

Gambar
Menyimak beberapa status yang telah terposting dan komentar2 terhadap beberapa peranan dan pengaruh seorang Professor (Guru Besar) di ranah akademika dan di banyak lini kehidupan, memunculkan sebuah pertanyaan pada diri. Akankah saya meraih gelar tertinggi dalam profesi saya sebagai seorang GB? ehmm... Sebelum sempat terlintas jawaban di benak ini, berulangkali saya mencoba mengevaluasi dan menelusuri kembali bagaimana mindset dan tingkat pemahaman yang telah saya miliki terhadap perilaku diri dan wawasan serta penguasaan bidang keilmuan yang telah sy geluti. Dan semakin saya berusaha menelisiknya sangat terasa dan nyata pori-pori besar nan kosong isinya  terpampang di depan mata... :( Jadi ingat kisah gelar "GB dari promotor" saya, beliau meraih gelar Doktornya di Perancis thn 85 namun meraih gelar GB nya setelah sekitar 21 thn kemudian yakni thn 2006. Apa pasal yang menyebabkannya padahal beliau begitu rajin dalam fungsi2 akademiknya baik mengajar, membi...

Alhamdulillah...

Gambar
Genap 19 hari di tanah kelahiran, baru sempat membuka kembali catatan-catatan dan materi ajar yang rencananya adalah upaya awal menyiapkan diri sebagai seorang guru yang telah lama absen mengajar... lembaran demi lembaran terbuka sembari tersenyum membacanya dan tak percaya pada diri jika kewajiban saya di rantau sana sudah selesai... selesai... alhamdulillah dan berharap tidak akan pergi meninggalkan kampus dan mahasiswa-mahasiswaku lagi. Selain capeek juga karena merasakan jikalau kampus dan para mahasiswa tersebut butuh gurunya untuk segera mendampingi dan berbagi ilmu dengan mereka. "Orang yang selalu memiliki kerinduan untuk kembali ke kampung orang lain dan berlama-lama di tempat dimana dia belajar, adalah orang yang sangat merugi..." petuah seorang maha guruku suatu hari, dan lanjutnya "sebaliknya adalah orang yang sangat beruntung bilamana dia mampu merasakan kebahagiaan saat kembali dan membagikan ilmunya dengan tanpa menyakiti hatinya ...

Undangan Sidang Terbuka...

Gambar
    Keluarga, sahabat dan teman2 FB dimana saja berada dan yang tidak sempat sy undang secara langsung bertemu muka, dengan RENDAH HATI DAN PENUH HARAP... sy memohon do'anya sekaligus mengundang kalian untuk menghadiri ujian SIDANG TERBUKA saya pada hari Kamis, 28 November 2013 jam 10.00 WIB di FTUI kampus UI Depok. Do'a dan kehadiran kalian merupakan semangat dan anugerah besar bagi saya.... Wassalam Yuyu Djafar Depok, 25 November 2013 (repost-November 25, 2013 at 6:27pm)

Tawuran??? Capek Deh...

Gambar
Dengar mhs AnTek di kampus tawuran, saya sudah tidak bersedih bahkan jadi tertawa karenanya... menertawai orang2 yang ikut tawuran dan mengasihani orang2 yang melerainya... . sungguh membosankan mendengar sensasi memuakkan tersebut... selalu ingin menjadi selebritis kampung, jadi capek mendengar dan membaca beritanya... :D Sangat miris bagi seorang pimpinan yang tidak mampu menegakkan aturan dan bersikap tegas dalam persoalan anak ingusan spt itu saban tahun . Mahasiswa akan bersikap semaunya dan tidak mau tahu, bila mereka dibiarkan begitu saja dengan menisbahkan dirinya pada hasutan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak berakal... Sejak tahun 1986, saat saya mahasiswa baru (maba) sekaligus merupakan mahasiswa teknik angkatan pertama yang menerima tongkat estafet mendiami kampus Unhas baru (saat itu) di Tamalanrea langsung merasakan adanya pemberian dorongan + motivasi sebagai mhs jagoan (Teknik gitu lho) juga perlakuan yang sebaliknya dan berlawanan ...

Ternyata 1 Ons tdk = 100 gram

Gambar
Waduuh, ternyata 1 Ons = 100 gram  yang dipahami sekian pulahan tahun di kepala adalah sebuah pemahaman yang salah, latah turun temurun bahkan menjadi AJARAN SESAT bagi anak didik dan anak2 sendiri, hiiks...Benarkah? Coba tengok link-link berikut ini http://pustakafisika.wordpress.com/2012/09/02/ternyata-1-ons-bukan-100-gram/ dan http://satriabms.wordpress.com/2013/09/26/1-ons-bukan-100-gram-pendidikan-yang-menjadi-boomerang/ ... http://edukasi.kompasiana.com/2013/01/15/1-ons-berapa-gram-525599.html atau bila merujuk bahwa 1 Ons= 100 gram itu bukanlah standar internasional namun warisan dari Zaman Belanda http://dayoha.blogspot.com/2009/03/1-ons-100-gram.html . Sungguh semakin membuktikan bahwa realita yang ada selama ini, kita hanya selalu cenderung mengikut pada keumuman suatu hal tanpa harus mengetahui dasar keikutsertaan kita. Ada ketakutan berbeda dari yang lain, pun meski MUNGKIN saja sudah tahu ada alasan yang kuat untuk berbeda dari keumuman yang ada. Dari...

"Kalkulus dan Peternakan..."

Gambar
Sungguh trenyuh membaca artikel ini " Surat untuk Ayah Kami, Rektor IPB Herry Suhardiyanto" http://www.kuinginberbagi.com/msy3bs-surat-untuk-ayah-kami-rektor-ipb-herry-suhardiyanto-republika-co-id/2013/09/11/ . Tersurat sebuah pergolakan jiwa seorang perempuan yg begitu mencintai ilmunya namun terkendala dalam sebuah mata kuliah dengan bingkai aturan yg super ketat. "Kalkulus" dan "Peternakan", adalah 2 kata yang menjadi fokus cerita dan menarik  bagi saya, sehingga membawa kembali ingatan ke seorang sahabat /teman sekolah di SMP. Kenangan ini bermula saat kami baru tamat SMA dan saling mengutarakan minat/pilihan bidang ilmu di PT. Teman itu dengan yakinnya berkata, "Yu, pasti kamu ingin masuk Fak. Teknik to?", saya jawab "iyalah". Dan sy balik berkata padanya, "kamu pasti milih Fak. Kedok Umum to?" (hal ini, karena 2 orang kakaknya sdh masuk di FK, apalagi dia jagonya pelajaran Biologi). Namun ternyata, "...

Alhamdulillah, sebagai Peserta Orang Tua...

Gambar
Sebuah cerita yang memberi kesan hingga hari ini dari acara P2MB (Penerimaan dan Pembinaan Mahasiswa Baru) FTUH pekan lalu.  Teringat kembali biasan wajah-wajah ceria, bahagia dan haru saat bertemu dengan beberapa teman, senior bahkan yunior (angkatan) semasa SMP, SMA dan kuliah sebagai orang tua Maba di acara pertemuan Orang Tua Maba dan  dosen... Sungguh sebuah pertemuan yang tanpa pernah direncanakan seperti umumnya sebuah reunian. Kisah masa sekolah dan kuliah yang lucu, bengal dan aktif kembali terkuak sembari berusaha ikut serius mendengar tanya jawab, masukan dan tanggapan dari para peserta lain dan nara sumber... ^_^ Alhamdulillah, secara pribadi... syukur nikmat yang tak terhingga karena diberikan kesempatan utk menjadi seorang peserta pertemuan tsb. Meski beberapa kali pertemuan itu sdh berlangsung, namun saat pertemuan kemarin memberikan sebuah rasa yang tak mampu dilukiskan dengan status kedudukan yang berbeda, status "ORANG TUA MABA"... ...

THR ooh THR...

Gambar
Seperti sejak 4 tahun yang lalu, mungkin lebaran kali ini, kami para anak sekolah masih tidak dibolehkan berharap mendapat pesangon  berlebaran... karena ada aturan baru, jika anak sekolah meski melaksanakan Tugas Belajar (TB) tetapi tidak melaksanakan tugas sebagai dosen maka tidak berhak mendapat THR tersebut... Nasib anak cekolah... :( Alhamdulillah, untuk saya pribadi belumlah sampai harus bersedih bila tanpa ada THR tsb, namun yang membuat sedih bila melihat sodara atawapun teman yang menurut saya sangat tidak adil memberlakukan aturan baru tersebut. Sebut saja seorang teman dosen yang juga sementara bersekolah (TB) di rantau (Dalam Negeri, DN) mempunyai anak 6 org dengan istri yang bekerja sebagai pengurus/ sukarelawan panti asuhan (PA). Selama sang bapak TB, bila bulan Ramadhan,  anak2nya rajin ikutan ramai ber "bukber" ria bersama anak2 PA di setiap ada undangan Bukber.  Saya pernah bertemu dgn mereka (anak2nya) di salah satu acara Bukber da...