Curhat Satpamku...

Mungkin karena curhat-curhatan lagi ngetrend ya, tiba-tiba saja  seorang dari satpam asrama kami mengajakku ngobrol di pagi hari kemarin, sesaat stelah mengantar si Jundiy ke sekolah... dengan mimik yang serius seperti orang yang kebingungan namun tetap tersenyum meski terlihat sedikit nyengir...:), dan nampak di wajah pak Satpam ini ada sebuah kegalauan... 

 Setelah diawali prolog yang saling bertanya kabar dan waktu yang bisa dipakai untuk ngobrol sebentar, akhirnya cerita berlanjut dalam bentuk curhat... "bu berapa ya harga laptop", tanya pak satpam, "alhamdulillah, bapak mau beli laptop?" tanyaku dengan tanpa menjawab pertanyaannya... "ga', mau tau aja harganya, siap2 untuk nyediain duitnya" jawabnya. Keningku berkerut (???) lalu menjawab, "harga laptop itu tergantung merek dan ukurannya pak", kalo yg kecil kayak punyaku itu umumnya sdh bs dapat 3 juta, bahkan sdh ada 2,5 jt, tp kalo yg gedean dikit beda harganya jg bertingkat sampe 8 jt, katanya sih itu sdh bagus banget...". "emang anaknya bapak butuh laptop skrg?" tanyaku kembali, namun pak satpam menggeleng dengan mulut terkatup, "trus laptop dan dananya untuk apa dong pak?" tanyaku kembali...

Curhat berlanjut...ooooh, ternyata dengan tanpa saya sadari, seorang mahasiswi di asrama kami, sebut saja si A, baru kehilangan laptop di kamarnya, padahal si A, saat itu berada di kamar teman lainnya yang bersebelahan dgn kamarnya. Kamar mereka adanya di lantai 2, dimana aturan asrama: tak boleh seorang lelaki sekalipun itu satpam/pegawai asrama tanpa tujuan, diharamkan untuk melewati koridor atas...

Yang menjadikan sumber kegalauan pak Satpam (sebut saja satpam B) adalah bahwa dia sudah dituding habis-habisan oleh si A dan keluarganya, diinterogasi bak maling yang ketangkap, dipotret dan direkam suaranya, yang menurutnya akan dilaporkan ke polisi meski bukti belum ada yang menunjukkan dia adalah si Pelaku, namun karena ini adalah tanggungjawab sebagai Satpam yang bertugas, dan sudah teledor, jadi tetap harus diproses ... 

Masya' Allah... beliau sudah dihardik dengan kata2 yang kurang pantas oleh si A dan keluarganya, dimana mereka selama ini merasa memiliki profesi mulia, pendidikan tinggi dan kehidupan wah... namun telah memperlakukan seorang satpam yang telah bertugas 1x24 jam menunggui asrama kami dengan tanpa istirahat...

Saya hanya bisa geleng2 kepala sambil memegang perut yang mulai mules mendengarkan curhat satpamku... dan menjawab, tenang pak, kita tunggu saja sampai siang ini kelanjutannya... sesuai janji mereka yang akan menlanjutkan  hari ini... (katanya sih, karena menunggu ibu si A yang masih tugas sampai malam tadi di Jakarta sana...).

Namun, apa yang terjadi... hingga saat saya kembali ke asrama di malam harinya, kabar tentang kelanjutan proses kehilangan laptop ini sudah tidak terdengar lagi, si pak Satpam B karena disuruh menunggu hingga esok harinya (menjadi bertugas 2x24 jam), si A dan keluarganya tidak muncul kembali... kabarnya hening dan tenang... hingga pada akhirnya si A muncul dan berlalu melewati pak Satpam B dengan menunduk lalu masuk ke kamarnya, seolah olah tidak ada kejadian seperti sebelumnya....ada apa?, mengapa?, koq bisa demikian???

Alhamdulillah... yang penting pak Satpamku sudah ceria kembali dan bisa bermain dengan jagoanku di asrama...

 

Depok, 26 Januari 2010 (reposted dr FB)

=====

sumber gambar: google image 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosok Perempuan bernama "Sri Mulyani Indrawati"...

Tuhan, Maafkan Aku ...

Berbeda Pendapat