Logika, Hati dan Semangat seorang Jundiy...

"Kasihan ya maa, mereka ga sekolah...?" tanya Jundiy berbisik sambil memperhatikan lebih dekat foto anak2 yang membawa karung. Mereka itu pengemis ya? tanyanya lagi... "bukan, mereka itu pemulung, mereka bekerja mencari barang yang sudah terbuang tapi msh bs dijual", jawabku... "oooh, aku tauuu, kayak abang yg suka ngambil sampah asrama kan? lalu ngumpulin gelas dan botol2 minum dalam karungnya..."katanya kembali...

Terharuu mendengar rasa kasih yang terucap dari bibir ceriwisnya... sama terharunya ketika dia bertanya mengapa pengemis itu tidak selalu harus diberi uang dan membelanya... "mereka kan orang miskin, lapar, mau makan tapi ga punya duit", "mama pelit, orang pelit kuburannya sempit mamaa..." ngomongnya nyerocos bertubi-tubi, membuat saya tidak bisa menolak... yah Allah, mungkinkah saya sudah pelit saat ini? memberi sedekah ke mereka hanya di saat-saat tertentu?

Keharuan lain kembali muncul bila mengingat  kejadian tadi sore sepulang les tambahan...  di saat uang ongkos angkot tinggal seribu rupiah, angkot yang membawanya pulang, mogok ... penumpang diturunkan..., namun Jundiy tetap membayarkan sisa uangnya meski perjalanan masih cukup lumayan jauh untuk anak seusianya... sambil berjalan dia menelpon, melaporkan diri kalau harus berjalan kaki lagi...  "maaf mama, duitku abiis, tadi saya lupa minta kembaliannya, waktu naik angkot dari sekolah, buru-buru sih...", "jadi bagaimana dong? aduuh, jangan ikut dengan siapa-siapa ya? pokoknya jangan mau dibujuk siapapun ya?", tanyaku dan mengingatkan dgn setengah ketakutan... takut pada orang yang tak dikenal mengganggu, mengingat banyaknya penculikan anak di Depok saat ini...  "iyaa, gapapa ma, aku jalannya sampai di PoCin aja, deket lagi koq (padahal masih hampir sekilometer jaraknya)"..."ntar abang ojeknya banyak aku kenal, mama bayar ya kalo sdh di kampus" katanya  menawarkan solusi... ya Allah, si Jundiy ini... selalu saja bersikukuh dan bersemangat ingin memperlihatkan diri. Selalu mau dikatakan mampu dan sudah bisa serta berani berjalan sendiri...setibanya di Kampus, kuperhatikan Jundiyku, kusadari... bila kini kulitnya yang putih bersih itu... sudah legam diterpa sinar matahari dalam setahun ini... "'gapapa sayang, anak lelaki yang berkulit gelap, itu akan lebih kuat dan lebih sehat"  hiburku membatin...:)

Ampun Tuhan, ternyata saya tidak mampu memegang amanahmu... belum bisa menjadi mama yang total untuk Jagoan kecil ku ini...  dan Subhanallah, seringkali syukur ni'mat seperti ini tidak aku sadari, bahwa melalui kemandirian anak2ku Engkau memperlihatkan HIKMAH yang melebihi segala sesuatu dari sekedar Materi yang berserakan di dunia ini...

Terakhir, pertanyaan Jundiy yang seringkali membuat dada merasa sesak bila mengingatnya... "mama... kalau sy tdk sholat, apa mama takut sm Allah, syurga di kakinya diambil kembali sama Allah? tapi diganti dgn neraka ya..?"

 

 Depok, 8 Maret 2012 (reposted from FB)

=====

sumber gambar: google.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosok Perempuan bernama "Sri Mulyani Indrawati"...

Tuhan, Maafkan Aku ...

Berbeda Pendapat