Baitul Maal...Tidak diminati?
Tentu kita sdh sering mendengar bahkan membaca cerita tentang Baitul Maal (bhs 'Arab) yang dapat diartikan secara harfiah sebagai rumah harta (rumah dana)... yakni rumah tempat menyimpan harta yang masuk dari para penyantun, penyumbang, para pemberi zakat yang diperuntukkan untuk kemashlahatan ummat (kepentingan bersama), dengan prioritas utama adalah membantu para faqir, miskin, papa, anak2 yatim dan piatu.
Baitul maal ini telah dicontohkan sejak masa Rasulullah Muhammad SAW... yang dilanjutkan oleh ke 4 sahabatnya, yakni khalifah Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib serta khalifah2 sesudahnya hingga khalifah terakhir sebelum kehancuran khilafah Utsmaniyah tahun 1924 di Turki.
Bagaimana fungsi dan manfaat adanya baitul maal di era baginda Rasulullah Muhammad dan para khalifah sesudahnya, tentu saja sudah tidak perlu dibahasakan ulang tentang hasilnya... namun sayang sejarah baitul maal ini, tidak terlalu banyak yang tertarik dengannya, bahkan tidak ingin mengetahui apalagi mencontohnya... dengan berbagai alasan yang menunjukkan masalah klise yang seringkali muncul...dimana salah satu alasannya dari beberapa sumber menyebutkan adalah "pengelolaan yang kurang optimal dan kurang terbuka"...
Alasan itulah yang membuat banyak baitul maal mandek dan bubar... bahkan ada yg baru direncanakan dan belum dimulai, sudah stuck oleh negative thingking yang pada akhirnya tidak terbentuk dan terlaksana... tinggal menjadi sekedar wacana dan ide yg bagus... mengapa demikian? ehmm... menurutku, sepertinya kita lebih mudah menyakiti hati kita dengan berprasangka negatif daripada menggembirakan hati kita dengan sebuah kepercayaan berpikiran positif kepada sekelompok orang yg bersiap memegang amanah tsb... wallahu a'lam bishshowab
Depok, 26 Juni 2011
==== reposted dari Facebook saya ( https://web.facebook.com/notes/10221085562121402/ )

Komentar
Posting Komentar