"Busana Blus & Rok"... Sudah Ketinggalan Jamankah?
"Aku tidak suka, mama jelek kalau pake rok, ga keren" celoteh Jundiy dengan suara yang keras dan lantang, membuat perhatian orang2 dan mhs(i) di atas Bikun tertuju kepadanya, yang tentu saja membuat dirinya sedikit malu. Wajahnya memerah tersipu menahan malu. Ah, Jundiy... anak yang sangat ekspressif, ceplas ceplos...bukan baru kali ini dia berkata seperti itu padaku, mamanya. "Mama pakai rok, karena mama perempuan dan pakai jilbab" kataku di suatu hari. "Tapi semua tante teman mama juga pakai celana panjang, tante juga pakai jilbab" bantahnya. Aku jadi bingung sendiri dengan bantahannya, aku sadar bahwa bantahannya benar dengan kondisi dan keseharian yang dilihatnya. Dimana mulai dari semua ibu gurunya yang berkerudung juga memakai celana panjang, ibu-ibu dan penjaga/pengasuh dari teman-temannya juga pakai celana panjang, teman kuliah dan mahasiswi yang dia jumpai di kampus sampai OB cewek juga pakai celana panjang, sekalipun mereka menggunakan jilbab, kalaupun masih ada mahasiswi yang masih memakai rok, memang sudah sulit dijumpai, sehingga bila Jundiy berkata demikian memang sangat beralasan, bahkan dia bingung melihat mamanya yang menurut pikirannya (analisaku sendiri, dari seringnya dia bertanya..), mamanya kelihatan aneh dengan berpakaian seperti itu (blus dan rok panjang), tidak seperti umumnya orang lain.
Oleh karena pernyataan Jundiy tersebut, saat ini aku lebih sering memperhatikan orang-orang yang ada di sekeliling yang kami jumpai, di asrama, tetangga, di jalan dan di mana saja. kebanyakan dari orang yang ditemui tersebut bila ditanya akan memberikan jawaban hampir sama, bahwa dengan menggunakan celana panjang (bukan rok), tentu lebih praktis/simpel tidak ribet. Hmm... simpel. praktis, tidak ribet... bukankah itu juga jawaban bagiku bila seseorang akan bertanya tentang pakaian yang aku gunakan saat ini? Apapun alasan yang diberikan, kesimpulannya adalah aku memang termasuk pengguna pakaian yang sudah langka dengan model "blus dan rok".
Meskipun demikian, menurutku baju dan rok adalah bagian dari kehidupanku, gaya berpakaian yang kumiliki. Pakaian yang tidak akan lepas dari seorang perempuan dimanapun. Walau Jundiy tetap mengatakan mamanya tidak bagus dipandang dengan menggunakan pakaian seperti itu, dia tetap harus mengenal dan melihat bahwa adalah nyata pakaian seorang perempuan memang seperti ini (maksa ya, hehehe...), apakah aku ini kaku, kolot, kampungan? ah, tidak... semua orang punya cita rasa dalam sebuah pribadi dan karakter... dan sebagai jawaban dari pertanyaannnya. "kenapa mama selalu pakai rok?" "Karena mama suka pakai rok". Untungnya Jundiy masih sebatas tahu arti rasa suka dan tidak suka, dan belum tahu arti dari ketinggalan jaman, jadi aku tak harus mencari jawaban yang lebih lanjut dan panjang tentang makna sebuah jaman.
Tapi apakah busana "blus dan rok" itu memang sudah ketinggalan jaman? yah, berharap jaman tidak akan bergeser, hanya kebiasaan berbusanalah yang berubah, dan itu pasti akan kembali, seperti perputaran roda...hanya saja terkadang gaya berpakaian lebih sering mengikuti gaya berpakaian "ala selebritis" dengan panjang rok hanya sejengkal dari pangkal paha seseorang.
'Audzu billahi min dzalik... semoga tidak Tuhan, dan berharap kelak Jundiy akan mengerti mengapa mamanya berpakaian seperti ini.
Depok, 26 Mei 2010 (reposted from Fb)
-----
BiKun = Bis Kuning (kendaraan khusus untuk mhs, dosen dan karyawan dlm kampus UI-Depok)

Komentar
Posting Komentar