Postingan

Aneh, katanya Promosi Doktor... nyatanya???

Gambar
Sesak dada saya melihat biasan wajah dan kesabaran seorang sahabat, teman senasib dan seperjuangan yang diperlakukan tak semestinya oleh orang2 yg merasa superior... dengan tanpa kuasa, saya tak mampu membendung tangis di antara teman-teman lain yang menghadirinya... apa pasal? Agenda promosi doktornya yang telah dijanjikan sejak 3 pekan lalu, akhirnya digelar di waktu sore tadi sehabis Ashar hingga  diskors saat berbuka puasa...  kemudian setelah jeda dan rehat sejenak untuk berbuka bersama, tiba saatnya dilanjutkan untuk menunggu hasil yudisium peraihan gelar Doktor beliau, namun ternyata... ternyata... ternyata... promosi itu hanya sekedar presentasi dan tanya jawab dengan tanpa sebuah yudisium... sangat kekanak-kanakan. Seorang dari penguji ngotot mempertahankan kekuasaannya untuk tidak memberikan gelar doktor beliau dengan alasan ada revisi yang harus diselesaikan...  lalu promosi ini digelar untuk apa? Apakah ingin menunjukkan sebuah arogansi dir...

Validkah dengan hanya sebuah Software...?

Gambar
Dengan adanya artikel yang memberitakan tentang sejumlah 600 calon mahasiswa yg terdiskualifikasi untuk diterima di sebuah kampus ( http://makassar.tribunnews.com/2013/07/11/pola-jawaban-sama-600-an-calon-mahasiswa-unhas-terdiskualifikasi ), saya kembali  teringat kejadian tahun lalu, akan nasib seorang anak yang menurut saya adalah sangat cerdas.  Yah karena sejak SD hingga SMA nilai2 prestasi sekolahnya tdk diragukan, ditambah lagi sekolah si anak tersebut sejak SD-SMA merupakan sekolah negeri unggulan. Terakhir... puncaknya adalah nilai UN SMA nya merupakan nilai UN yang tertinggi di sekolahnya. Si anak mengikuti test SNMPTN dengan begitu yakinnya dia hanya memilih jalur IPA (bukan IPC) di sebuah SMA dengan tanpa seorangpun yang dikenalnya di sekolah tersebut. Menurut pengakuannya, alhamdulillah ujiannya bs diselesaikan dengan baik. Besar harapan akan lolos ujian SNMPTN nantinya. Singkat cerita, ternyata dia dinyatakan tidak lolos ujian... tanpa usuta...

Kolega... tim kerja atawa saingan?

Gambar
Terinspirasi sebuah postingan pandangan mata burung dari seorang teman (DR. Eddy Mulyadi)... " Dosen yg percaya dgn kemampuan akademiknya tdk pernah menganggap koleganya sebagai saingan. Ia malah ingin menciptakan atmosfir yg sehat di lingkungannya. Sebaliknya, dosen yg tdk yakin dgn ilmunya menjadikan koleganya sbg saingan dan selalu berupaya menyembunyikan informasi akademik dr koleganya. "   Sangat sangat sangat setuju dengan kalimat2 beliau di atas... karena pengalaman pribadi telah merasakannya, jika itu sudah sangat fenomenal dan nyata di depan mata. Namun anehnya, kebanyakan yang menjadikan koleganya sebagai saingan adalah orang2 yang selama ini merasa superior dari orang2 lainnya... ^_^ Bukankah fenomena ini sangat bertentangan dengan 2 buah hadits, yang telah mengingatkan bahwa..." Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain " (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni), dan " Jika seseorang meninggal dunia, maka terp...

Adakah yang setulus hatinya..?

Gambar
by Sri Wahyuni ( Notes ) on Friday, June 28, 2013 at 10:49pm Terkesima mendengar sebuah cerita seorang teman (A)...  jika seorang teman yang punya jabatan lebih memilih naik ojek kembali ke rumahnya hanya karena seorang teman  (B) telah meminjam mobil dinasnya... subhanallah, masih adakah orang yang demikian? kugosok-gosok kupingku sebelah jikalau saja telah salah dengar, tapi ternyata tidak... Cerita berlanjut, orang yang meminjam tersebut adalah si B yang seringkali memunggunginya dalam sebuah kepentingan. Hal ini dengan sadar bila sang teman yang pejabat itu tahu bagaimana karakter teman tsb. "mobil dinas adalah bukan milik saya pribadi, milik bersama..." jawabnya saat ditanya mengapa mau meminjamkan kepada si B. Sebenarnya bukan cerita baru tentang hal seperti ini, malah sudah menjadi kebiasaanya berbuat demikian... hanya saja saya tidak pernah habis pikir tentang ketulusan beliau dalam memberikan apa saja yang menurutnya bukan miliknya, namun ...

Bila Berbicara dengan Fikiran Sendiri...

Gambar
Tumben telpon anakku saat ini membuat hatiku sedikit sedih... saya berfikir dianya sudah senang, bahagia karena kerja kerasnya selama ini, namun ternyata dia sedih karena ''ibunya seorang dosen"...  yah, saya hanya berusaha kembali memberi motivasi bahwa itu adalah buah kerja kerasnya bukan  karena kerja keras siapa-siapa, apalagi  dengan ibu yang jauh sebagai seorang mahasiswa yang lagi stress... +++++ Teringat sebuah kisah di jaman Abunawas… seorang bapak sedang menempuh sebuah perjalanan, bepergian bersama seorang anak lelakinya yang sementara menunggangi seekor keledai. Dalam perjalanan mereka melewati beberapa orang, terdengar bisikan di antara kerumunan orang-orang tesebut, “kurang ajar sekali anak itu, sampai hati membiarkan bapaknya yang sudah tua berjalan kaki sementara dia duduk manis menunggangi keledai”. Terfikir oleh si anak, “iya, memang benar, saya tidak boleh berbuat begitu kepada bapak”, dan pada akhirnya mereka (antara bapak dan ...

JFK, Indonesia, CIA and Freeport

Gambar
by Fachri Al-Fatih ( Notes ) on Tuesday, November 1, 2011 at 5:48am Beberapa hari yg lalu saya mendapat kiriman email dari kolega di kampus sebuah tulisan menarik. Ingin rasanya berbagi dengan para sahabat untuk sekadar menjadi menu 'sarapan pagi'. Mungkin tulisan ini dapat menjawab mengapa Pemerintah Indonesia nampak tidak begitu peduli dengan masalah Freeport. Sekarang malah  SiBeYe keluarkan album bukan sibuk mengurusi Freeport. Karena semua tahu bagaimana kedekatan SiBeYe dengan AS. TTulisan ini juga mungkin bisa menjadi alasan kita mengerti bagaimana Polisi n Tentara Indonesia bisa diberi dana oleh Freeport. Semua kebingungan kita semoga dapat terjawab karena kita tahu bagaimana awal mulanya Freeport di Indonesia. Selamat menikmati .... Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “ JFK, Indonesia, CIA...

Bunga Rampai "EP" (2)...

Gambar
Melanjutkan note "Bunga Rampai EP (1), kembali meng CoPas lanjutan kumpulan catatan EP. Bukanlah sebuah kesengajaan untuk seseorang bila sebuah postingan EP ini dibuat, namun sekedar untuk membuat mind set pribadi... alhamdulillah... ^_^ ===== EP (41): "Cukuplah Dia t4 menggantungkan semua harapan dan do'a dari upaya yg dilakukan, karena ujian dan waktu hanyalah tantangan dalam proses menuju sbh hasil..." EP (42): "Lebih banyak diam jauh lebih baik daripada mengatakan sesuatu dengan tanpa ilmu di dalamnya..." EP (43):"Bila melihat sikap yang tdk sesuai dengan karakter diri, tak perlu mengomentarinya panjang lebar, cukup bersyukur dan berkata dlm hati...alhamdulilllah, untung bukan saya... " EP (45): "Sadar diri terhadap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki akan membuatmu lebih mawas diri untuk mengoreksi orang lain..." EP (46): "Yakinlah, qta tidak akan pernah dapat memahami orang lain sebelum qta memahami dir...