Angan... [Kenangan dan Bayangan]
di atas sana, terasa...
Sunrise menyibakkan sayap merah kuningnya
membangunkan bonsai-bonsai cemara tua
yang tegak menanti usainya waktu
di tengah savana berselimut kabut
menghangatkan para pencari diri dan penciptanya
untuk bersujud kepadaNya
di bawah sini, terasa...
Hiruk pikuk kemacetan tak kenal waktu
pagi siang sore hingga malam hari
gemerlap duniawi sekejap menggelora
berbaur di antara rintih dan keluh kesah
anak cucu bangsa yang bergelut peluh
mengais harapan dari keterpurukan keserakahan
di atas sana, terlihat...
Adrenalin petualang tangguh terpacu
menghampiri merangkak di antara cadas terjal berlumut
meraih dambaan penggetar sukma
luka perihpun terelakkan oleh semerbaknya
Edelweiss, penyejuk hati sang pengembara
di bawah sini, terlihat...
Adrenalin berlomba di antara nadi penguasa dan investor
berburu berebutan mendekat satu sama lain
meraih kesempatan ambisi diri
nestapa anak bangsa terabaikan karenanya
Rupiah dan Dollar, penyejuk hati sang pemburu
Tuhan, aku sedih...
yang terjadi di atas sana selalu muncul tapi sayang itu dulu, tinggal kenangan
hanya tersisa bayangan akan kejadian di bawah sini, di sekitar dan menghimpit dada Jelata...
Depok, 14 Pebruari 2010
(reposted from FB) https://www.facebook.com/notes/10221082200717369/?rdid=mFmyPRfmbovoi9O8&share_url=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2F18EqdB7NZC%2F
)
Komentar
Posting Komentar